Namin AB Ibnu Solihin adalah praktisi pendidikan, learning partner, penulis, konsultan branding sekolah, dan penggerak pendidikan keluarga yang telah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk mendampingi guru, sekolah, orang tua, dan generasi muda dalam membangun pendidikan yang berkarakter, humanis, dan berkemajuan.
Ia dikenal sebagai Founder Motivator Pendidikan dan penggagas Gerakan “Anak Tanpa Gadget, TV, dan Bioskop”, sebuah gerakan pendidikan keluarga yang lahir dari pengalaman lebih dari 13 tahun mendampingi dan mendidik lima orang anak tanpa gadget, televisi, dan bioskop. Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan edukasi yang berfokus pada penguatan fitrah anak, pembentukan karakter, budaya literasi, kreativitas, serta ketahanan keluarga di era digital.
Bagi Namin, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses membangun manusia, membentuk karakter, dan menyiapkan peradaban. Keyakinan inilah yang menjadi landasan seluruh perjalanan hidup, karya, dan pengabdiannya. Melalui seminar, pelatihan, pendampingan sekolah, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai gerakan pendidikan yang dibangunnya, ia terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menguatkan nilai, akhlak, dan kemanusiaan.
Selama lebih dari 20 tahun berkiprah di dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, Namin telah dipercaya menjadi narasumber seminar, trainer, fasilitator workshop, dan pendamping pengembangan organisasi di lebih dari 600 lembaga pendidikan, komunitas, organisasi sosial, NGO, dan perusahaan yang tersebar di 23 provinsi serta lebih dari 80 kota di Indonesia. Peserta seminar dan pelatihannya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pimpinan yayasan, kepala sekolah, guru, dosen, mahasiswa, orang tua, pelajar, hingga komunitas pendidikan dan organisasi masyarakat.
Bidang kepakaran yang menjadi fokus kontribusinya antara lain Teacher Leadership, Public Speaking for Teacher, Guru Kreatif dan Inovatif, Branding Sekolah, Pendidikan Karakter, Komunikasi Pendidikan, Parenting, Digital School Branding, serta pengembangan budaya belajar dan budaya organisasi pendidikan di era digital.
Perjalanan hidup Namin dibangun dari pengalaman panjang yang penuh perjuangan. Ia lahir di Bekasi pada tahun 1984 dari keluarga sederhana yang menanamkan nilai-nilai religiusitas, kerja keras, kemandirian, dan semangat belajar sejak usia dini. Dalam proses menempuh pendidikan dan memperjuangkan cita-cita, ia memilih menjalani kehidupan mandiri di tengah berbagai keterbatasan yang membentuk ketangguhan dan daya juangnya.
Sebelum dikenal sebagai trainer, akademisi, dan penggerak pendidikan, Namin pernah menjalani berbagai pekerjaan yang mengajarkannya arti perjuangan, ketekunan, dan daya tahan menghadapi kehidupan. Ia pernah berjualan es mambo, menjadi kuli bongkar muat bata merah, penyiar radio, jurnalis tabloid, hingga mendirikan event organizer Semangat Promosindo. Beragam pengalaman tersebut menjadi sekolah kehidupan yang membentuk dirinya sebagai pribadi yang komunikatif, adaptif, kreatif, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Karier profesionalnya di dunia pendidikan dimulai dari posisi yang sangat sederhana. Ia pernah bekerja sebagai petugas kebersihan sekolah, penjaga laboratorium komputer, guru TPA, hingga menjadi guru pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Dengan semangat belajar yang konsisten dan dedikasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan, ia kemudian dipercaya mengemban berbagai amanah strategis sebagai wakil kepala sekolah, kepala sekolah, wakil ketua sekolah tinggi, wakil rektor perguruan tinggi Islam, anggota Badan Pengelola Harian perguruan tinggi, dosen, hingga konsultan pengembangan dan branding sekolah.
Selain itu, ia juga aktif mendampingi berbagai lembaga pendidikan dalam pengembangan budaya organisasi, penyusunan program sekolah, penguatan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi guru maupun dosen, pengembangan kepemimpinan pendidikan, serta pembinaan kepala sekolah dan guru berprestasi.
Sebagai penggerak komunitas pendidikan, Namin meyakini bahwa perubahan besar dalam pendidikan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi. Atas dasar keyakinan tersebut, ia pernah mengembangkan berbagai platform edukasi dan komunitas belajar seperti Gurubicara.com, Guruberakhlak.com, Bisaberbagi.com, Edu Creative, Motivator Kreatif, dan berbagai gerakan pendidikan lainnya yang bertujuan menjadi ruang berbagi inspirasi, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi antarpendidik di Indonesia.
Pada tahun 2015, ia mendirikan Teacher Learning Partner – Motivator Pendidikan Learning Center (motivatorpendidikan.com) sebagai wadah pengembangan guru, sekolah, dan komunitas pendidikan berbasis kreativitas, komunikasi, karakter, kepemimpinan, dan inovasi pembelajaran.
Dalam bidang akademik, Namin aktif mengajar berbagai mata kuliah seperti Leadership, Public Speaking, Manajemen Sumber Daya Manusia, Komunikasi Antarpribadi, Etika Profesi, Manajemen Organisasi, dan Inovasi Pembelajaran. Pengalaman akademik dan praktik lapangan yang berjalan beriringan menjadikannya memiliki perspektif yang utuh dalam memahami tantangan dan peluang pendidikan di Indonesia.
Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) bidang Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang dengan fokus kajian pada kepemimpinan pendidikan, transformasi pembelajaran, serta digital school branding sebagai strategi pengembangan sekolah di era modern.
Di bidang literasi, Namin aktif menulis buku, artikel, dan berbagai karya edukatif yang dipublikasikan melalui website, blog, media sosial, dan berbagai platform digital. Beberapa buku yang telah diterbitkan antara lain Mendidik dengan Cinta dan Keteladanan, Cinta Sang Guru, Guru Go-Blog, Pelangi Cinta dan Cita, serta Guru Kreatif di Zaman Digital, The Growth Learner, Guru sebagai Arsitek Peradaban, Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Pemula dan Level Up School Branding.
Selain melalui buku dan artikel, Namin juga aktif berbagi gagasan, materi pelatihan, dan inspirasi pendidikan melalui berbagai platform digital. Tulisan-tulisannya dapat diakses melalui website motivatorpendidikan.com dan blog motivatorkreatif.wordpress.com, ratusan materi seminar, pelatihan, dan presentasi pendidikan yang dapat diunduh secara gratis juga tersedia melalui platform SlideShare.net dan telah dimanfaatkan oleh guru, mahasiswa, serta praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Aktivitas seminar, pelatihan, parenting, dan berbagai gerakan pendidikan yang dijalankannya secara rutin didokumentasikan melalui media sosial dan kanal YouTube sebagai bagian dari komitmennya untuk memperluas akses pembelajaran dan budaya berbagi ilmu.
Dalam kehidupan keluarga, Namin bersama istrinya, Ummu Syihana, mengemban amanah mendidik lima orang anak dengan pendekatan pendidikan berbasis fitrah. Selama lebih dari 13 tahun, mereka secara konsisten membangun budaya keluarga tanpa gadget, tanpa televisi, dan tanpa kebiasaan menonton bioskop sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan lingkungan tumbuh kembang yang lebih sehat, kaya interaksi, dekat dengan nilai-nilai kehidupan, serta mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian, dan budaya literasi.
Dari pengalaman nyata tersebut lahirlah Gerakan “Anak Tanpa Gadget, TV, dan Bioskop”, sebuah gerakan pendidikan keluarga yang bertujuan membantu orang tua membangun generasi yang kuat secara karakter, mandiri, kreatif, kritis, memiliki budaya literasi yang baik, serta mampu menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan jati dirinya.
Bagi Namin, keluarga adalah sekolah pertama dan utama. Karena itu, isu pendidikan keluarga, parenting, dan pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam berbagai seminar, pelatihan, tulisan, dan gerakan pendidikan yang ia bangun.
Melalui karya, pelatihan, pendampingan, dan gerakan pendidikan yang terus dikembangkannya, Namin berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memanusiakan manusia, menguatkan keluarga, memberdayakan guru, memajukan sekolah, serta melahirkan generasi yang berkarakter dan berdaya saing.
Baginya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi oleh kualitas manusia yang dibentuk melalui keluarga yang kuat, guru yang inspiratif, dan sekolah yang berkemajuan. Karena itulah seluruh karya, pemikiran, pelatihan, dan gerakan yang dibangunnya diarahkan pada satu tujuan besar: menghadirkan pendidikan yang mencerahkan, menggerakkan, dan memberikan manfaat bagi kehidupan.
Moto Hidup
“Jadilah Pribadi yang Menginspirasi, Menggerakkan, dan Meneladani.”
Informasi Narasumber
Email
in*********************@***il.com
WhatsApp
0813 8460 2045
Website
www.motivatorpendidikan.com
Instagram
@motivatorpendidikancom
@anaktanpagadget
YouTube
Motivator Pendidikan Com
Proposal Narasumber
Download Proposal Narasumber
